To Be dan To Have (2) - by Jamil Azzaini
Diposting oleh : Aldi

Ketika Anda mengejar To Have, seringkali Anda tergoda untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan To Have. Kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Banjaran, adalah salah satu contohnya. Akibat orientasi hidupnya adalah To Have, orang-orang yang terlibat kasus itu hidupnya dipenuhi dengan kegelisahan. Bahkan, sudah ada beberapa pelaku yang mendekam di balik jeruji. Nama baiknya ternoda, harga diri keluarganya pun anjlok.

Namun demikian, bukan berarti To Have dilarang. Hanya saja, To Have tak boleh dijadikan kemudi hidup. Bila Anda ingin punya rumah dan mobil, jangan pikirkan rumah dan mobil mewahnya (To Have). Pikirkan prestasi apa yang harus Anda raih agar Anda mampu membeli rumah dan mobil. Bill Gates bisa menjadi orang terkaya di dunia setelah dia berprestasi di bidang komputer. M. Yunus mendapat hadiah nobel setelah berprestasi di bidang microfinance. C. Ronaldo mendapat bayaran mahal setelah ia berprestasi di bidang sepakbola.

Bila Anda ingin meraih sukses jangka panjang sekaligus kemuliaan hidup, jadikan To Be sebagai kemudi hidup Anda. Sebesar dan sehebat apapun Anda, bila menjadikan To Have sebagai kendali hidup, kehancuran menanti Anda. Lehman Brothers adalah contoh paling anyar untuk hal ini.

Jadikanlah To Be sebagai kendali hidup dan yakinlah To Have pasti akan mengikuti Anda!

Salam SuksesMulia,

Inspirator SuksesMulia.
Kubik Training & Consultancy
Download spinRADIO Internet Radio Player versi 1.1 (for Windows XP) untuk mendengarkan sekaligus berinteraktif dengan spinRADIO

Anda juga dapat mendengarkan spinRADIO menggunakan mobile phone Nokia. Silahkan ikuti petunjuknya untuk menggunakan Nokia Internet Radio Player